Fungsi, atau dalam beberapa literatur ada yang mengistilahkan
subrutin, subprogram maupun prosedur, adalah salah satu teknik
pemrograman untuk meningkatkan modularitas program yang akan dibuat.
Semakin besar tingkat modularitasnya, maka kecenderungannya adalah
program itu akan relatif semakin baik. Mengapa? Karena program yang
size-nya besar, banyak baris kode, akan dipecah menjadi modul-modul yang
ukurannya lebih kecil. Beberapa keuntungannya adalah dalam hal
efisiensi dan kemudahan dalam debugging. Dikatakan efisien karena konsep
fungsi akan merangkum bagian tugas-tugas yang sama cukup dengan
menuliskan kode program satu kali saja tetapi bisa dipanggil/ dijalankan
berulang kali sepanjang program. Di sisi lain, jumlah baris kode
program yang semakin sedikit akan memudahkan dalam menelusuri kesalahan
yang ditemukan. Penggunaan konsep fungsi juga akan mengakibatkan isi
dari void main() akan menjadi semakin ringkas.
Tujuan menggunakan fungsi
Fungsi digunakan agar pemrogram dapat menghindari penulisan bagian
program (kode) berulang-ulang, selain itu juga dapat menyusun kode
program agar terlihat lebih rapi dan kemudahan dalam debugging program
tersebut.
Fungsi-fungsi
dapat dijinkan untuk menghindari penulisan yang sama berulang-ulang.
Langkah-langkah program yang sama dan sering digunakan berulang-ulang
dapat ditulis sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi-fungsi,
selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah-langkah ini cukup
memanggil fungsi-fungsi tersebut.
Jenis-Jenis Fungsi
Void (Fungi Tanpa Nilai Balik)
Fungsi yang void sering
disebut juga prosedur. Disebut void karena fungsi tersebut tidak
mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi
tersebut.
Ciri-ciri dari jenis fungsi Void adalah sebagai berikut:
Tidak adanya keyword return.
Tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
Menggunakan keyword void.
Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya.
Tidak memiliki nilai kembalian fungsi.
Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter apapun.
Contoh fungsi void :
Non-Void (Fungsi Dengan Nilai Balik)
Fungsi non-void disebut juga
function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang
berasal dari keluaran hasil proses function tersebut .
Ciri-ciri dari jenis fungsinon void adalah sebagai berikut:
Ada keyword return
Ada tipe data yang mengawali fungsi
Tidak ada keyword void
Memiliki nilai kembalian
Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu